FINANCE & ACCOUNTING JOURNAL |
Jelang Lebaran, Masyarakat Serbu Pakaian di Tanah Abang |
Sabtu, 21 Agustus 2010 16.30 WIB
|
| |
Panen Melimpah, Harga Cabai Terjun Bebas |
Sabtu, 21 Agustus 2010 13.20 WIB
|
| |
Harga Beras Alami Kenaikan Tertinggi |
Sabtu, 21 Agustus 2010 13.10 WIB
|
| |
RI Incar Investasi Raja Minyak di Timur Tengah |
Sabtu, 21 Agustus 2010 13.00 WIB
|
| |
Bapepam Keluarkan Tiga Revisi Peraturan September 2010 |
Kamis, 19 Agustus 2010 16.20 WIB
|
| |
ATM Berbasis Chip Diterapkan Mulai Akhir 2010 |
Kamis, 19 Agustus 2010 13.00 WIB
|
| |
BI Siap Diskusikan Redenominasi Rupiah dengan Pemerintah |
Kamis, 19 Agustus 2010 12.10 WIB
|
| |
BI 'Sebar' Rp 37,63 Triliun Selama Ramadan dan Idul Fitri |
Kamis, 19 Agustus 2010 09.00 WIB
|
| |
Kenaikan TDL 15% Sumbang Inflasi 0,22 di 2011 |
Kamis, 19 Agustus 2010 08.45 WIB
|
| |
Soal Laporan Harta Kekayaan, Pejabat BUMN Mengaku Lebih Baik dari DPR |
Kamis, 19 Agustus 2010 08.30 WIB
|
| |
|
| |
|
| Jelang Lebaran, Masyarakat Serbu Pakaian di Tanah Abang |
Sabtu, 21 Agustus 2010 16.30 WIB
Oleh: Iin Caratri
|
(Vibizmanagement - Finance) - Bukan sulap, bukan sihir. Begitu banyaknya pengunjung di Pasar Tanah Abang menyulap pusat grosir se-Indonesia ini tampak seperti terminal.
Banyak pengunjung bergeletakan di sekitar pintu masuk Blok A Pasar Tanah Abang. Wajah para pengunjung itu tampak luyu dengan puluhan plastik kresek dijinjingnya. Perempuan, laki-laki, tua, muda, bahkan anak-anak turut melepaskan penat setelah seharian berjalan mencari perlengkapan hari Raya yang masih 19 hari lagi.
Tidak sedikit para pengunjung yang menyeruput segelas es bahkan ada pula yang sedikit mencemil makanan yang dijajakan para penjual makanan minuman di tengah-tengah lobi pintu masuk.
Yessy, salah seorang penjual pakaian menuturkan kondisi padat pada 10 hari puasa yang tampak hari ini, Sabtu (21/8/2010) belum seberapa jika dibandingkan hari-hari menjelang Ramadan tiba. Pasalnya, sebelum bulan Puasa para pengunjung Pasar Tanah Abang ini banyak berasal dari luar kota. Tidak jarang mereka datang berbarengan menggunakan bus.
"Wah, banyakan sebelum puasa. Ini mah nggak seberapa," ungkapnya.
Yessy mengakui pada masa sebelum puasa itu, omzetnya bisa meningkat hingga 40%. Sedangkan pada saat ini pembelinya hanya beberapa puluh saja.
"Ya kalau sebelum puasa bisa 2%0 hingga 40% naik. Sekarang mah begitu saja, banyak yang datang tapi sedikit belinya. Para pembeli dengan jumlah besar juga sudah pada habis, mereka beli sebelum puasa juga," jelasnya.
Ida yang juga berjualan di Pasar ini mengakui omzetnya pada tahun ini tampaknya tidak secemerlang tahun lalu. Namun, dirinya belum bisa menyebutkan persentase penurunan tersebut karena belum mengakumulasikannya hingga akhir Ramadan.
"Banyakan dulu kayaknya," tandas Ida.
Menanggapi suasana yang hiruk-pikuk di Pasar Tanah Abang ini, Desi salah seorang pengunjung tidak merasa keberatan. Pasalnya keadaan seperti ini hanya bisa dirasakannya sekali setahun.
"Ya mau gimana lagi, semua mempersiapkan Lebaran. Tapi nggak apa-apalah, sekali-kali," ujarnya.
(ic/IC/dtc)
|
|
|
|