Warning: mysql_connect() [function.mysql-connect]: Access denied for user 't30589_data'@'localhost' (using password: YES) in /home/sloki/user/t19378/sites/managementfile.com/www/connect.php on line 2

Warning: mysql_select_db(): supplied argument is not a valid MySQL-Link resource in /home/sloki/user/t19378/sites/managementfile.com/www/connect.php on line 3

Warning: mysql_connect() [function.mysql-connect]: Access denied for user 't18937_vibizlife'@'localhost' (using password: YES) in /home/sloki/user/t19378/sites/managementfile.com/www/connect.php on line 5

Warning: mysql_select_db(): supplied argument is not a valid MySQL-Link resource in /home/sloki/user/t19378/sites/managementfile.com/www/connect.php on line 6

Warning: mysql_connect() [function.mysql-connect]: Access denied for user 't42415_meta'@'localhost' (using password: YES) in /home/sloki/user/t19378/sites/managementfile.com/www/dbSEO.php on line 2

Warning: mysql_select_db(): supplied argument is not a valid MySQL-Link resource in /home/sloki/user/t19378/sites/managementfile.com/www/dbSEO.php on line 3
Systemic Risk Management | Managementfile
 

Home : Vibizportal.com | Vibizconsulting.com
VIBIZPORTAL.COM    Dailynews    Regional    Management    ICT    Lifestyle    Jobs & Career    Forum
Home Sales & Marketing Services & CRM ICT Human Resources Financial TAX & Accounting Quality Management Leadership & Corp. Culture Strategic Management
Journal Column Experts
RISK MANAGEMENT
  JOURNAL

Highlight UU Reformasi Finansial AS (3)
Senin, 09 Agustus 2010 18:00 WIB
 

Highlight UU Reformasi Finansial AS (2)
Minggu, 08 Agustus 2010 16:00 WIB
 

Highlight UU Reformasi Finansial AS (1)
Minggu, 08 Agustus 2010 10:00 WIB
 

Audit Berbasis Risiko, Antisipasi Risiko Sejak Dini (2)
Minggu, 25 Juli 2010 22:00 WIB
 

Audit Berbasis Risiko, Antisipasi Risiko Sejak Dini (1)
Jumat, 23 Juli 2010 13:30 WIB
 

Manajemen Risiko Keamanan Data di Lingkungan Kerja
Jumat, 02 Juli 2010 19:00 WIB
 

WEF: 9 Strategi Manajemen Risiko Pasca Krisis (2)
Minggu, 20 Juni 2010 18:30 WIB
 

WEF: 9 Strategi Manajemen Risiko Pasca Krisis (1)
Kamis, 17 Juni 2010 19:50 WIB
 

10 Tips Membentuk Rencana Keselamatan Kerja
Minggu, 30 Mei 2010 15:00 WIB
 

Memahami Unsystematic dan Systematic Risk dalam Berinvestasi Saham
Jumat, 21 Mei 2010 11:00 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Systemic Risk Management
Sabtu, 06 Februari 2010 12:00 WIB
Oleh: Rinella Putri

(managementfile – Risk) – Belakangan ini, istilah systemic risk seringkali kita dengar sehari-hari, terutama terkait dengan kasus Bank Century. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan systemic risk? Dan bagaimana cara melakukan systemic risk management?

Apa itu systemic risk?
Systemic risk adalah risiko yang disebabkan oleh peristiwa tertentu, seperti gangguan dalam perekonomian, atau kegagalan institusi tertentu, kemudian menyebabkan serangkaian konsekuensi ekonomi, atau domino effect. Konsekuensi yang disebabkannya antara lain kerugian signifikan yang diderita institusi, volatilitas harga yang luar biasa, hingga dalam kondisi ekstrim mengakibatkan serangkaian kegagalan pada institusi dan/atau market failure.

Issue yang sekarang tengah ramai adalah Bank Century yang memperoleh bailout dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) senilai Rp6.7 triliun. Porsi Century di perbankan memang kecil saat itu, yakni pangsa DPK hanya 0,8 persen, pangsa kredit 0,42 persen, dan pangsa aset 0,72 persen. Pertanyaannya, bagaimana Century bisa berdampak sistemik?

Risiko sistemik tidak dapat dilihat dari besar kecilnya suatu institusi. Dulu, saat krisis perekonomian tahun 1997, 16 bank kecil yang porsi asetnya hanya sekitar 3% perbankan ditutup. Akibatnya luar biasa, terjadi rush baik di bank kecil hingga bank besar yang sehat, sehingga mengakibatkan banyak bank yang jatuh dan harus diambil alih pemerintah.

Meskipun bank kecil, namun jika bisa mengakibatkan efek domino kepada institusi lainnya, maka ini berpotensi mengakibatkan kegagalan pada sistem perbankan. Meskipun Indonesia tidak terkena krisis secara langsung, namun tekanannya bisa dirasakan baik di sector riil maupun pasar modal. Sebelum Century jatuh, pasar sempat menerima rumor bahwa terdapat 5 bank yang mengalami kesulitan likuiditas karena kalah kliring, salah satunya Century. Meskipun berita ini dinyatakan palsu, namun jatuhnya Century tentu memunculkan pendapat bahwa rumor tersebut benar. Jelas saat itu sistem perbankan Indonesia mengalami tekanan. Apalagi, Indonesia tidak menerapkan blanket guarantee secara penuh seperti di luar negeri.

Hal ini diperkuat oleh hasil riset dari Danareksa Institute, yang mengukur Banking Pressure Index, menunjukkan saat itu tekanan yang dialami perbankan sangat tinggi pada bulan Oktober 2008, yakni seebsar 0.8 yang jauh melebihi angka saat pra krisis pada Maret 1997 yakni 0.5. Kemudian Bulan November agak turun jadi 0.75, namun masih terbilang tinggi. Jadi, ini mementahkan pendapat yang menyatakan bahwa Indonesia tidak mengalami tekanan akibat krisis.


Jika dilihat dari grafik probabilitas risiko di atas, risiko sistemik terletak di sebelah kanan, yakni merupakan risiko yang probabilitasnya rendah. Namun, sayangnya, justru risiko dengan probabilitas rendah ini jika benar terjadi, maka bisa mengakibatkan kerugian yang luar biasa. Kasus terorisme 9/11 misalnya, merupakan peristiwa yang sangat jarang terjadi, namun sekalinya terjadi mengakibatkan kerugian yang luar biasa dan korban yang sangat banyak. Sebagian bisnis yang terkena dampak 9/11 saat itu, kini sudah tidak dapat beroperasi lagi.

Menangani Systemic Risk
Lalu bagaimana Anda dapat melakukan systemic risk management? Systemic risk management dapat dilakukan dengan beberapa cara:

Pertama, melakukan penutupan terhadap institusi tersebut, atau dibiarkan bangkrut. Dengan opsi ini, systemic risk masih tetap ada. Idealnya dilakukan ketika kondisi perekonomian sedang tenang, tidak dalam masa krisis. Contohnya adalah penutupan 16 bank pada krisis 1997, dan bangkrutnya Lehman Brothers. Kedua event tersebut mengakibatkan gagalnya sistem finansial.

Kedua, institusi tersebut melakukan merger atau akuisisi. Sehingga, risikonya terserap oleh institusi yang mengakuisisinya, atau risikonya ditanggung bersama-sama. Contohnya adalah Bank of America yang mengakuisisi Merrill Lynch, yang kemudian mengalami tekanan karena buruknya kondisi finansial Merrill Lynch. Namun, lihat juga ada merger yang sukses yakni Bank Mandiri, yang merupakan gabungan dari empat bank yang sempat bermasalah.

Ketiga, diambil alih atau dinasionalisasi oleh pemerintah, jadi risikonya ditanggung oleh pemerintah. Seperti yang terjadi pada krisis dulu, pemerintah mengambil alih banyak perbankan, termasuk BCA, Danamon, BRI dan Mandiri, lalu memasukkan obligasi rekap, untuk mengatasi masalah kekurangan modal.

Terakhir, yakni pemerintah memberikan bailout atau dana talangan, untuk mengatasi masalah kesulitan likuiditas. Ini seperti yang dilakukan pemerintah terhadap Century dan bantuan pemerintah AS untuk sejumlah institusi finansial serta GM dan Chrysler.

Demikian adalah sekilas gambaran mengenai systemic risk dan bagaimana menanganinya. Semoga bermanfaat.

RP/RP/mgf

Anda mau berdiskusi atau menyampaikan opini tentang Risk Management? Ikuti Forum Vibizmanagement-Risk Management , dan Anda akan memperoleh masukan dan opini yang bermanfaat bagi Anda.



 


LEAVE A COMMENT
Nama *:
Email *: ( tidak ditampilkan )
Website: ( tanpa http:// )
Comment *:
Code *:
Bookmark and Share
ADVERTISING

Our Link | Privacy Policy | Contact Us Copyrights © 2008 managementfile.com, Powered by Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlife.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizportal.com - vibiznews.com - beritadaerah.com - visijobs.com - shoppingandnews.com - ictfiles.com